Blog     Gambar     Video     Berita    
Topik Pilihan : Puisi Buat Guru     Pedoman BKR     Generasi Berencana     Terlambat Datang Bulan     Posisi Sex    
Tampilkan postingan dengan label Parenting Skill. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting Skill. Tampilkan semua postingan

Situs Porno Semakin Dilirik Anak-anak

Seiring datangnya masa liburan, anak-anak diperkirakan akan lebih sering menghabiskan waktu bermain Internet. Masalahnya, berbagai bahaya mengincar anak Anda di Internet, mulai dari virus biasa, penipuan kelas kakap, hingga konten yang tidak sesuai.

Ancaman ini semakin meningkat seiring semakin mudahnya anggota keluarga mengakses Internet. Penelitian yang dilakukan B2B International untuk Kaspersky Lab pada April 2013 menemukan bahwa tiap keluarga setidaknya memiliki dua atau tiga PC atau laptop, satu atau dua smartphone, dan satu tablet. Anak-anak menggunakan seluruh perangkat ini hingga batas tertentu, sementara pilihan Parental Control tidak banyak digunakan.

Analisis respons modul Parental Control dari Kaspersky Lab menyebutkan dalam lima bulan pertama 2013 anak-anak tertarik beberapa situs yang bisa membahayakan mereka, yaitu jejaring sosial (31,26 persen), situs-situs porno dan erotis (16,83 persen), toko online (16,65 persen), ruang bicara (chat) dan forum-forum (8,09 persen), web-mail (7,39 persen), situs berisi software ilegal (3,77 persen), dan games kasual (3,19 persen). Hal-hal tak pantas lainnya adalah situs-situs tentang senjata dan obat terlarang, situs perjudian dan sistem pembayaran elektronik, dan lain-lain (0,8-2 persen).

Yang mengejutkan, dalam sebulan terakhir (Mei 2013), modul Parental Control mencatat lebih dari 52 juta percobaan untuk mengakses jejaring sosial, dan lebih dari 25 juta percobaan untuk mengakses situs-situs pornografi.

Ini mencerminkan perubahan yang menarik di mana pornografi bergeser ke tempat kedua di belakang jejaring sosial. Selain itu, Top 3 di bulan-bulan pertama 2013 juga mencakup toko online. Bisa dikatakan bahwa anak-anak mengakses toko online untuk mencari mainan atau produk-produk sejenis.

Dalam hal ini orang tua harus ekstra hati-hati. Jika anak tahu di mana orang tua menyimpan kartu kredit, ATM atau kartu debit, mereka bisa melakukan pembelian yang tidak diketahui. Yang lebih berbahaya, anak-anak bisa menjadi korban toko online palsu yang sengaja dibuat oleh para penjahat cyber.

“Seperti yang sering dikatakan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Inilah prinsip yang dianut oleh teknologi Parental Control kami," ujar Konstantin Ignatyev, Web Content Analysts Group Manager, Kaspersky Lab dalam rilis yang diterima Tempo, Rabu, 5 Juni 2013.

"Di era modern, akses terhadap informasi apa pun menjadi lebih mudah dibanding sebelumnya. Di saat yang sama, anak-anak sangat rentan, dan secara alami mereka memang masih naif. Oleh karena itu, tools untuk melindungi anak-anak dari konten situs yang tidak pantas menjadi suatu keharusan,” tambahnya

Read More »
23:23 | 0 komentar

Pedoman Pengelolaan Bina Keluarga Remaja (BKR)

Pengembangan kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) dapat membantu orangtua dalam memahami remaja, permasalahan remaja, dan cara berkomunikasi dengan remaja. Melalui kelompok BKR setiap keluarga yang memiliki remaja dapat saling bertukar informasi dan berdiskusi bersama tentang hal-hal yang berkaitan dengan remaja, meliputi :
  1. Kebijakan Program GenRe
  2. Penanaman Nilai-Nilai Moral Melalui 8 Fungsi Keluarga
  3. Pendewasaan Usia Perkawinan
  4. Seksualitas
  5. NAPZA
  6. HIV dan AIDS
  7. Keterampilan Hidup (Lifeskills)
  8. Ketahanan Keluarga Berwawasan Gender
  9. Komunikasi Efektif Orangtua terhadap Remaja
  10. Peran Orangtua Dalam Pembinaan Tumbuh Kembang Remaja
  11. Kebersihan dan Kesehatan Diri Remaja, dan 
  12. Pemenuhan Gizi Remaja.
Kelompok Bina Keluarga Remaja ini telah dikembangkan di seluruh Provinsi Indonesia, dan sampai dengan Desember 2011 telah berkembang sebanyak 33.779 kelompok. Jumlah yang banyak tersebut perlu dikelola dan dibina secara berkesinambungan, sehubungan dengan hal ini maka diperlukan suatu pedoman yang menjadi acuan atau pegangan bagi pengelola Program GenRe di semua tingkatan dan Pengelola BKR (kader).
Download Pedoman Pengelolaan Bina Keluarga Remaja (BKR) silahkan klik DISINI

Read More »
02:10 | 0 komentar

Penyebab Terlambat Haid Pada Anak Remaja

Penyebab haid yang belum pernah datang pada anak remaja putri perlu untuk bunda ketahui terutama jika remaja putri bunda sudah mencapai usia 16 tahun ke atas tetapi belum mendapatkan haid pertamanya. Mengapa bunda harus kuatir dengan kondisi tersebut? Karena usia ideal untuk seorang remaja putri mendapatkan haid pertamanya adalah antara 10 sampai 15 tahun, jika sampai usia 16 tahun ia masih belum mendapatkan haid pertamanya, maka bunda perlu berkonsultasi ke dokter untuk memeriksakan apakah ada kelainan atau hal-hal tertentu yang menghambat putri bunda mendapatkan haid pertamanya.

Ada banyak penyebab haid yang belum pernah datang pada anak remaja yang bunda perlu ketahui. Memang pada beberapa remaja putri datangnya haid pertama lebih lama atau lebih terlambat daripada teman-teman sebayanya. Tetapi bunda perlu kuatir jika sampai umur 16 tahun sang putri masih belum juga haid. Berikut beberapa Penyebab Terlambat Haid Pada Anak Remaja :
  1. Imperforate Hymen (Imperforata Selaput Dara), Pada kasus ini, lubang selaput dara pada remaja putri bunda terlalu sempit sehingga tidak ada darah menstruasi yang keluar walaupun mungkin putri bunda tetap mengalami gejala menstruasi seperti biasa, yaitu nyeri di perut bagian bawah serta PMS.
  2. Adanya ketidaknormalan pada alat reproduksinya, Ketidaknormalan ini bisa bermacam-macam, misalnya adanya rahim ganda, rahim terlalu kecil, serviks yang sempit, kelainan pada vagina atau bahkan kemandulan. Untuk itu pelu dilakukan diagnosa oleh dokter agar mengetahui secara pasti apakah penyebab haid yang belum pernah datang pada anak remaja bunda adalah karena adanya ketidaknormalan pada alat reproduksinya.
  3. Kelainan Genetik
  4. Adanya penyakit kronis yang dideritanya
  5. Berat badan kurang. Pada kondisi tertentu, memiliki berat badan di bawah berat normal bisa menjadi penyebab haid yang belum pernah datang pada anak remaja

Untuk mengetahui secara pasti apa penyebab haid yang belum pernah datang pada anak remaja bunda, sebaiknya mengunjungi dokter kandungan untuk pemeriksaan yang lebih intensif. Makin dini diketahui penyebabnya, maka kemungkinan pengobatan untuk berhasil makin besar. 
Semoga informasi mengenai Penyebab Terlambat Haid Pada Anak Remaja di atas dapat membantu para bunda yang memilki remaja putri di rumah untuk lebih waspada.


Sumber : artikel sehat


Read More »
00:35 | 0 komentar

Teman, Tempat Bertanya Remaja Soal Seks

Para remaja di Indonesia menjadikan teman pergaulan sebagai sumber utama dalam mencari informasi mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi. Teman pergaulan mengalahkan peran orang tua bahkan film porno sekalipun.

Survei menunjukkan, sebanyak 51 persen remaja berusia 15-25 tahun lebih memilih bertanya kepada teman mengenai seks. Bukan hanya itu, 75 persen dari 663 responden di 5 kota besar di Indonesia, mengatakan orangtua mereka tidak mengetahui aktivitas seksual yang mereka lakukan. Hanya 26 persen remaja yang mengaku mereka bersikap terbuka pada orangtuanya.

Demikian menurut hasil riset yang dilakukan DKT Indonesia, organisasi internasional yang berfokus pada pencegahan HIV-AIDS dan kontrasepsi. Survei dilakukan pada bulan Mei 2011 di Jakarta dan sekitarnya, Bali, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Menanggapi hasil survei ini, Zoya Amirin, sexual psychologist mengatakan kebanyakan remaja memang malu berdiskusi dengan orangtua mereka mengenai masalah seksual.

"Mereka takut kalau bertanya karena pasti dituduh sudah pernah melakukan atau ingin melakukan hubungan seks," papar staf pengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini di sela-sela pemaparan hasil survei seks di Jakarta (5/12/2011).

Padahal, menurut Zoya, di usia 15-19 tahun remaja perlu mengetahui pendidikan seksual. "Anak-anak ini harus tahu mengapa mereka merasakan dorongan seksual yang kuat. Di usia ini tanda-tanda seks sekunder juga sudah tampak," katanya.

Zoya menegaskan, para orangtua sebaiknya membimbing anak-anaknya memahami bahwa seksualitas adalah hal yang normal. "Jangan takut-takuti anak, jelaskan yang nyata dan sebenarnya," paparnya.

Ia mengungkapkan pelajaran biologi yang didapat anak di sekolah tidak bisa dijadikan andalan pendidikan seksual.

"Dalam mata pelajaran ini hanya diajarkan bagaimana pertemuan sel sperma dan sel telur. Padahal anak perlu informasi lebih dari itu. Orangtua juga wajib mengajari anak-anak mereka untuk berani berkata tidak jika memang tidak ingin berhubungan seks meski dibujuk pacar," katanya.

Ketidakberdayaan remaja perempuan dalam menolak rayuan pasangannya tergambar dari survei yang menyatakan 6 persen responden merasa dipaksa untuk berhubungan seks.
Sumber : Kompas

Read More »
22:01 | 0 komentar

Menghilangkan Prilaku Buruk terhadap Anak

Sejenak kita hayati dan resapi sebuah Penggalan Puisi dari Gabriella Mistral peraih Children Winner of Nobel Prize for Poetry, yang sangat bermakna dan menyentuh perilaku hidup seorang anak.
Kita Melakukan Banyak Kekeliruan dan Kesalahan
Tapi Kejahatan Kita Yang Utama adalah Mengabaikan Anak
Menyepelekan Mata Air Kehidupan…
Banyak Kebutuhan Kita Dapat Ditunda
Tapi Anak Tidak Dapat Menunggu
Kini Saatnya Tulang-Belulangnya dibentuk
Darahnya dibuat
Dan Nalurinya dikembangkan
Padanya Kita Tidak Dapat Menjawab “Besok”
Sebab ia dijuluki “Hari Ini”…

Bahagia rasanya apabila memiliki anak yang penurut, selalu bersikap manis (tidak bandel) dan bahkan mau membantu mengurangi kesibukan orang tuanya. Dalam mendidik anak, orang tua seringkali menemui kesulitan untuk mengendalikan kebiasaan atau perilaku buruk anak yang tidak disukai. Menghadapi hal tersebut, seringkali orang tua menyikapi dengan amarah bahkan ada yang sampai menggunakan kekerasan fisik, namun nyatanya tidak menimbulkan efek jera pada anak. Di sini akan dibahas mengenai satu metode yang sangat sederhana namun terbukti ampuh untuk mengendalikan perilaku dan kebiasaan buruk anak, yaitu mengabaikan perilaku anak.

Kebanyakan orang tua tidak menyadari bahwa ketika marah-marah, membentak, mengomeli anak, mereka sebenarnya justru sedang memberikan suatu bentuk perhatian kepada anak. Apabila orang tua mempunyai kebiasaan untuk memuji saat anak melakukan perilaku yang baik, maka bentuk perhatian negatif yang diberikan lewat amarah, omelan, atau bentakan itu sebenarnya tidak membuat anak tertarik. Akan tetapi, sayangnya, kesalahan ini banyak dilakukan orang tua, dimana orang tua membiarkan anak yang melakukan perilaku baik, tetapi segera menegur dan memarahi anak yang perilakunya buruk. Akibatnya, anak mencari perhatian orang tua dengan cara berperilaku buruk. Bagi anak, mendapat perhatian negatif masih lebih baik daripada tidak mendapatkan perhatian sama sekali.

Cara yang paling sederhana untuk membuat anak mengurangi perilaku buruknya adalah dengan tidak memberikan perhatian dalam bentuk apapun saat anak melakukan perilaku buruk tersebut, dengan kata lain, mengabaikan perilaku buruk anak. Dengan mengabaikan perilaku anak, orang tua seolah-olah menyampaikan pesan kepada anak, “Kamu tidak akan mendapat imbalan apa-apa dengan melakukan perilaku seperti itu. Aku tidak akan memberikan perhatian yang kamu inginkan”. Banyak orang tua yang pada awalnya meragukan apakah metode mengabaikan benar-benar dapat menghentikan perilaku buruk pada anak. Akan tetapi, setelah mereka mencobanya, mereka terheran-heran karena metode ini ternyata memang cukup ampuh.

Bagaimana menggunakan metode mengabaikan?

Saat anak melakukan perilaku yang buruk, palingkan wajah atau tubuh Anda, sementara itu, diam-diam Anda menunggu sampai anak mengganti perilakunya dengan perilaku yang baik atau yang Anda harapkan. Begitu anak memunculkan perilaku baik tersebut, berikan pujian kepadanya.

Beberapa bentuk pengabaian yang bisa Anda pilih, antara lain:
  • Menoleh kearah lain, atau memutuskan kontak mata dengan anak
  • Mengubah topik pembicaraan (menghindari topik yang berkaitan dengan anak)
  • Tidak mengganti pembicaraan yang sedang Anda lakukan (bila saat itu Anda memang sedang berbicara tentang hal lain)
  • Kembali pada aktivitas/kesibukan yang sedang Anda lakukan

Hal lain yang harus diperhatikan :
  • Ekspresi wajah Anda harus tetap tenang dan netral. Jangan tunjukkan kemarahan atau frustasi yang sedang Anda rasakan. Bersikaplah tenang, seolah-olah anak mengatakan kepada Anda bahwa Anda tidak akan terpancing olehnya.
  • Siap siagalah untuk memuji, begitu Anda menangkap perubahan perilaku anak dari yang jelek menjadi baik.

Syarat Keberhasilan

Kunci keberhasilan metode mengabaikan adalah penggunaannya secara konsisten bersama-sama dengan metode memuji. Tanpa disertai dengan memuji perilakunya yang baik, metode ini tidak akan menghasilkan efek seperti yang diharapkan orang tua.

Pertama kali orang tua menggunakan metode mengabaikan, anak biasanya akan heran. Ia berpikir mengapa tidak seperti biasanya, mengapa Anda tidak melotot, tidak membentak, tidak mendesah. Rasa heran ini akan membuat anak tergoda untuk menguji kebenaran dari kenyataan baru yang sedang dihadapinya, sehingga anak melakukan perilaku buruk itu lebih hebat lagi. Seolah-olah anak berkata, “Mengapa tidak seperti biasanya? Biasanya mama marah melihatku melakukan ini. Oh,…mungkin mama tidak melihat/mendengar aku tadi. Kalau begitu, aku akan mencoba melakukan lagi”. Dalam situasi seperti ini, orang tua memang harus berjuang keras menahan diri untuk tetap mengabaikan. Jika Anda bertahan, berarti langkah Anda sudah semakin dekat pada tujuan, sebaliknya jika Anda menyerah di sini, berarti Anda semakin menjauh dari tujuan yang ingin Anda capai.

Metode mengabaikan memang tidak langsung menghasilkan perubahan, akan tetapi apabila Anda menggunakannya secara konsisten, dalam arti Anda selalu tidak memberikan perhatian saat anak menunjukkan perilaku buruknya tersebut, Anda akan mendapati bahwa perilaku anak yang buruk yang Anda abaikan tersebut menjadi berkurang, hingga akhirnya hilang. Selamat mencoba,…..

YASEMA Centre

Read More »
22:29 | 2 komentar

Duh, Si Kecil Bertanya Soal Seks, Bagaimana Ini?

Buah hati Anda sudah duduk di bangku sekolah dasar. Dia pun mulai bertanya-tanya tentang berbagai hal yang membuat wajah Anda merah padam. Pertanyaan seperti 'kenapa Ibu hamil?', 'bagaimana adik bayi ada dalam perut Ibu?, atau 'kenapa ada laki-laki dan perempuan?' agaknya cukup ampuh untuk membuat orang tua kalang kabut menjawab.

Bila Anda mengalami hal ini sekarang, tidak perlu cemas. Elly Risman Musa, seorang psikolog anak, menilai pertanyaan-pertanyaan yang diajukan anak adalah normal. Seiring bertambahnya usia, otak anak mengalami perkembangan. Sebagai konsekuensinya, kata Elly, orang tua harus memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan anak agar pengetahuan anak bertambah.

Menurut Elly, memasuki usia prapubertas, anak-anak mulai tertarik pada hal-hal berhubungan dengan reproduksi. Salah satu di antaranya tentang kehamilan dan kelahiran. Menghadapi peranyaan seputar masalah seks, orang tua harus keluar dari budaya tabu membicarakan seks. ''Orang tua harus belajar melangkahi rasa enggan berbicara masalah seks dengan anak agar anak menjadikan orang tua sebagai rujukan tentang masalah seks, sehingga anak memperoleh pengetahuan yang jelas dan baik,'' ujarnya dalam satu konsultasi.

Elly juga mewanti-wanti agar jangan sampai anak mengetahuinya dari teman atau buku-buku yang tidak cocok untuk mereka. Orang tua harus memberi jawaban yang sesuai dengan usia, perkembangan mental dan perkembangan emosi anak, serta menguncinya dengan pengetahuan agama. ''Contohnya, sel sperma dapat bertemu di rahim ibu melalui proses hubungan suami istri yang sudah menikah,'' papar Elly.

Semua makhluk berkembang biak, tumbuhan berkembang biak, hewan berkembang biak melalui perkawinan. Manusia juga berkembang biak melalui perkawinan setelah menikah. ''Kata menikah harus ditekankan agar anak-anak remaja memiliki pemahaman bahwa menikah adalah hal yang wajib dilakukan sebelum seseorang dapat melakukan hubungan suami istri,'' lanjut Elly.

Dalam menjawab pertanyaan, kata Elly, orang tua perlu mengenali anak-anaknya. Ada anak yang setelah mendapat jawaban, dia berhenti bertanya. Ada anak yang terus bertanya sampai dia merasa puas. Agar dapat memberi jawaban, orang tua dituntut untuk terus menambah pengetahuannya dengan banyak membaca.

Usahakan pula menjalin hubungan yang harmonis dengan anak, dengan cara berkomunikasi yang baik agar anak tidak merasa enggan untuk berbicara dengan orang tua. Jika orang tua memberi rasa aman pada anak, anak akan merasa nyaman untuk bertanya. Jika Ibu merasa malu menjawab, katakan perasaan Ibu. Misalnya, ''Aduh, Mama malu menjawabnya.''

Menurut Elly, jika ibu belum punya jawabannya, katakan pada anak bahwa Ibu tidak tahu dan silakan berjanji untuk mencarinya di buku atau bertanya pada orang yang lebih mengetahuinya.

Read More »
17:09 | 0 komentar

Cara Mengatasi Terlambat Datang Bulan

Cara Mengatasi Terlambat Datang Bulan 
"Kang.... saya mau tanya bagaimana cara mengatasi agar tidak terlambat bulan (Haid), soalnya pacar saya sudah 2 minggu terlambat..." begitu kira-kira untaian pesan yang dikirim via Inbox Facebook YASEMA Centre. Akhirnya kami mencoba searching di Google, untuk mencari artikel yang dapat mengatasi masalah sahabat tersebut. alhasil menurut pengamatan kami, lebih dari 15 situs/web/blog yang dikunjungi tidak ada satupun yang kami anggap realistis, hanya tawaran-tawaran obat dan jamu yang ditawarkan.

Dari pengalaman tersebut, akhirnya kami mencoba menjawab pertanyaan sahabat tersebut melalui artikel dibawah ini dengan judul cara mengatasi terlambat datang bulan.

Jika anda memang tidak pernah melakukan hubungan suami istri, tapi tetap masih mengalami keterlambatan datang bulan, maka hal ini haruslah dilakukan pengobatan lebih lanjut dengan menghubungi dokter terdekat, sementara bila anda terlambat datang bulan karena pernah melakukan hubungan seks, maka anda harus memastikan terlebih dahulu apakah anda memang benar-benar hamil atau hanya memang karena ada masalah yang membuat anda telat datang bulan.
  1. Stress
    Stress merupakan salah satu pemicu terlambatnya menstruasi, ini karena stress sangat mempengaruhi kondisi hormonal tubuh, sedangkan yang namanya siklus menstruasi itu erat sekali hubungannya dengan yang namanya hormon.
  2. Obat-obatan
    Obat-obatan seperti antidepresan, kortikosteroid, antipsikotik, serta obat kontrasepsi oral bisa menghambat datangnya si 'merah' setiap bulannya
  3. Instabilitas hormon
    Hormon yang tidak stabil dapat menyebabkan tidak stabilnya menstruasi, ini biasanya terjadi pada remaja putri pada masa pubertas dan wanita yang mendekati masa monopause.
  4. Pola makan
    Seseorang yang mempunyai pola makan banyak dan mendadak diet, ini akan berpengaruh pada siklus haidnya.
  5. Amenorrhea
    Amenorrhea adalah gangguan pada sistem reproduksi wanita, sehingga membuatnya tidak mengalami menstruasi secara rutin setiap bulannya. Amenorrhea terbagi menjadi primer dan sekunder. Untuk yang primer, menstruasi tidak terjadi sama sekali. Sedangkan untuk yang sekunder, menstruasi pernah terjadi namun siklus tersebut kemudian berhenti tanpa diketahui sebab pastinya.
  6. Hamil
    Hamil ini umum terjadi pada mereka-mereka yang telah menikah. 
Nahh... bagi yang belum menikah (bukan suami istri) untuk memastikan anda hamil apa tidak hamil, maka anda bisa melakukan test sendiri dengan membeli alat yang namanya test pack di apotik terdekat. Nah bila ketika saat sudah mencoba mengetes, namun hasilnya negatif, maka keterlambatan datang bulan anda adalah bukan karena faktor hamil. Kedepannya kami sarankan kepada anda adalah bahwa JANGAN ulangi lagi hubungan seks diluar nikah, sehingga anda tidak was-was lagi ketika sedang dalam keadaan terlambat datang bulan. 

Kemudian bila hasilnya tes adalah positif, maka sebenarnya anda sudah hamil, dan untuk memecahkan masalahnya adalah baiknya anda menikahlah segera dengan pasangan anda, agar nanti tidak membawa malu atas kehamilan anda diluar nikah. Bertanggung jawablah atas perbuatan yang telah anda lakukan bersama pacar anda, terlebih lagi jangan pernah terpikir oleh anda untuk mengugurkan (aborsi) kandungan anda, karena itu akan menambah beban DOSA anda, belum lagi faktor resiko yang bakal timbul bagi keselamatan 'si ibu' yang dapat mengakibatkan kemandulan, kanker rahim / kanker serviks bahkan kematian....   naudzubillah.

Read More »
14:20 | 15 komentar

Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Perkembangan Anak

Siapakah teman sebaya itu? Sebelumnya Anda perlu mengetahui apa itu teman sebaya. Teman sebaya adalah anak-anak dengan usia atau tingkat kedewasaan yang kurang lebih sama. Sedangkan fungsi yang paling penting dari kelompak teman sebaya adalah untuk memberikan sumber informasi dan perbandingan tentang dunia di luar keluarga. Interaksi teman sebaya yang memiliki usia yang sama memainkan peran khusus dalam perkembangan sosioemosional anak. Sebagai contoh, dalam sebuah studi, hubungan teman sebaya yang buruk pada masa kanak-kanak berhubungan dengan di keluarkannya si anak dari sekolah dan perilaku buruk selama masa remaja (Roff, Sells, & Golden, 1972). Dan dalam studi yang lain, hubungan teman sebaya yang harmonis pada masa remaja dihubungkan dengan kesehatan mental yang positif pada usia paruh baya (Hightower, 1990).

Selanjutnya yang perlu diketahui ialah jenis-jenis status dari teman sebaya. Antara lain, anak populer, anak biasa, anak yang terabaikan, anak yang ditolak, dan anak yang kontroversial. Mengapa persahabatan begitu berarti? Seorang anak yang tidak mempunyai banyak teman, secara emosional, secara emosional lebih sedih dibandingkan dengan anak yang mempunyai banyak teman. Kontribusi sebuah persahabatan pada status teman sebaya memberikan banyak manfaat. Antara lain manfaat pertemanan, dalam persahabatan memberikan anak seorang teman yang akrab yang bersedia untuk menghabiskan waktu dan bergabung dalam aktifitas kolaboratif. Selain itu juga, seorang sahabat dapat memberikan bantuan kapanpun dibutuhkan, sahabat dapat memberikan dukungan social, dapat memberikan suatu hubungan yang hangat, penuh kepercayaan sehingga timbul rasa nyaman dan adanya keterbukaan untuk berbagi informasi pribadi.

Akan tetapi ada yang perlu di waspadai juga yaitu perihal yang tidak menguntungkan dari pertemanan. Sebagai contoh seorang anak yang berteman dengan anak yang beberapa tahun lebih tua dapat berakibat buruk yaitu berperilaku menyimpang. Pada kesimpulannya, teman sebaya memainkan peran penting dalam perkembangan anak-anak dan sebenarnya peran pertemanan lebih cenderung pada lingkungan sekolah menengah ketimbang sekolah dasar. Karena bisa dilihat pada contoh konkret dalam kehidupan seorang remaja akan lebih bergantung pada teman-teman mereka daripada orangtua mareka sendiri. Mereka memuaskan kebutuhan pertemanan dan rasa berharga dengan dengan sahabat-sahabat mereka.


Kompasiana

Read More »
13:38 | 0 komentar

Pengen anak laki-laki atau perempuan ???

Artikel ini kami persembahkan kepada sobat (x) remaja yang bertanya kepada kami tentang bagaimana cara mendapatkan momongan laki-laki atau perempuan?, akhirnya kami coba googling dan mendapatkan artikel berikut ini sebagai media informasi PKBR bagi sobat-sobat remaj yang akan menyiapkan pernikahan kelak.

Berharap biasanya dilakukan oleh sebagian orang yang mempunyai suatu rencana pada waktu mendatang. Bagi beberapa orang yang tidak mempunyai sebuah rencana pada waktu dekat, anda dapat menyimpannya sebagai referensi.

Outline

Sperma laki-laki mengandung unsur spermatozoa X dan Y, spermatozoon X menentukan unsur perempuan sedangkan Y adalah unsur laki-laki. Berdasarkan sifat-sifat physiologi dari spermatozoa diatas, para ahli gynetika membuat teori dalam memilih untuk melahirkan bayi laki-laki atau perempuan.

1. Fator makanan :

Jika menginginkan seorang bayi perempuan, Suami harus makan makanan yang banyak mengandung Alkaline, sedangkan istri banyak makan makanan yang mengandung asam. Makanan yang banyak mengandung alkaline adalah : sayur-sayuran, buah-buahan, putih telur, susu, dan ganggang laut. Makanan yang banyak mengandung asam adalah : Daging, dan sea food (makanan laut).

Jika menginginkan bayi laki-laki. Suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam, sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline (lihat jenis makanan diatas)

2. Faktor waktu (Kapan melakukan senggama ?)

Jika menginginkan seorang bayi perempuan, keseringan senggama dilakukan pada waktu sebelum masa haid. Jika menginginkan bayi laki-laki. Keseringan senggama dilakukan pada waktu mendekati masa haid dan atau segera sesudah masa haid.

Bagaimana mengetahui periode masa haid? Temperatur atau suhu tubuh meningkat (anda bisa menggunakan alat pengukur suhu tubuh dan mencatatnya sebagai record)

3. Faktor Penetrasi (tusukan)

Jika menginginkan seorang bayi perempuan, suami harus menghindari tusukan yang dalam kedalam kemaluan istri pada waktu senggama. Jika menginginkan bayi laki-laki, disarankan untuk melakukan tusukan yang dalam oleh suami pada waktu senggama. Alasan : Karakter dari Spermatozoa X dan Y. Spermatozoa X : Pelari maraton (jauh) dengan stamina yang tinggi ( kuat ) Spermatozoa Y : Pelari sprinter (cepat) dengan stamina yang loyo ( lemah ) Jadi, dengan tusukan yang dalam, kemungkinan untuk spermatozoa Y mencapai tujuan akan lebih besar.

4. Faktor Rangsangan

Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Istri harus menhidari rangsangan selama senggama. Secresi cairan yang keluar dari kemaluan perempuan akan menjadi alkaline jika terangsang, hal ini akan mendorong aktifitas spematozoa Y. Jika menginginkan bayi laki-laki. Ejakulasi suami sesudah istri terangsang.

5. Faktor persiapan istri

Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok white vinegar yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih. Hal ini dilakukan agar kondisinya menjadi asam sehingga aktifitas spermatozoon Y menurun. Jika menginginkan bayi laki-laki, cuci vagina dengan larutan dari dua sendok soda yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih.

6. Faktor posisi

Jika menginginkan seorang bayi perempuan, posisi Istri pada waktu senggama diatas suami. Jika menginginkan bayi laki-laki, posisi suami pada waktu senggama berada diatas istri. Hal ini mengikuti sifat dari spermatozoon Y akan cepat menuju sasaran (sel telur).

Sumber : dr. Didi Kusmarjadi, SpOG dalam Konsultasi Via E-mail

Read More »
00:48 | 0 komentar

Pendidikan Seks Melalui Jalur PIK Remaja

Secara historis, sejak zaman dahulu prostitusi telah menjadi salah satu realitas dalam kehidupan manusia, di Indonesia mulai dari zaman pra kolonial (masa kerajaan) hingga kemerdekaan. Dalam tulisan Koentjoro (1989) bagaimana mengidentifikasi 11 kabupaten di Jawa yang dalam sejarah terkenal sebagai pemasok perempuan untuk kerajaan; dan sampai sekarang daerah tersebut masih terkenal sebagai sumber wanita pelacur untuk daerah kota. Daerah-daerah tersebut adalah Kabupaten Indramayu, Karawang, dan Kuningan di Jawa Barat; Pati, Jepara, Grobogan dan Wonogiri di Jawa Tengah, serta Blitar, Malang, Banyuwangi dan Lamongan di Jawa Timur. Kecamatan Gabus Wetan di Indramayu terkenal sebagai sumber pelacur dan menurut sejarah daerah ini merupakan salah satu sumber perempuan muda untuk dikirim ke istana Sultan Cirebon sebagai selir. (Hull, at al. 1997:2). Walaupun realitas ini bukan hanya ada di Indonesia bahkan secara umum juga di dunia.

Hingga samapai saat sekarang ini kita dapat menemukan dengan ‘mudah’ tempat- tempat yang menyediakan ‘jasa’ seks ini secara komersil, terutama kota- kota besar. Praktik prostitusi ini tidak hanya dengan adanya lokalisasi tetapi juga dilakukan secara terselubung, seperti kasus yang menggemparkan Kota Padang, Sumatera Barat yaitu terungkapnya penari telanjang (stiptis), Sumatera Barat yang nota benenya dikenal sebagai masyarakat yang memiliki adat dan agama yang kuat. Keberadaan tempat- tempat ‘bisnis lendir’ yang berkedok salon, warung kelambu, tepi- tepi rel kereta api, PSK (Pekerja Seks Komorsial) yang mangkal di tepi- tepi jalan ataupun menggunakan falisitas umum hingga menggunakan media elektronik melalui situs jejaring sosial. Artinya, keberadaan praktik seks bebas ini, telah menjadi ‘sesuatu’ yang tidak terelakan lagi, melainkan bagaimana adanya pengelolaan akan praktik ini secara terkontrol.

Efek sosial dari adanya realitas ini, telah berimbas kepada bentuk- bentuk pola prilaku, dekadensi moral, dan masalah sosial lainnya. Walaupun prostitusi pada dasarnya bukanlah masalah yang baru dan yang baru untuk diungkapkan, bahkan dapat dikatakan sebagai salah satu ciri dari sebuah kehidupan masyarakat terutama pada kehidupan kota, namun penulis tertarik kembali untuk mengungkapkannya karena adanya ‘keresahan’ atas ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan terhadap pandangan hidup serta efek kesehatan yang ditimbulkan dan merusak moral generasi muda (remaja). Pada dasarnya, menurut hemat penulis hampir diseluruh masyarakat ‘menolak’ praktik prostitusi, karena tidak sesuai dengan nilai dan norma. Disamping itu efek yang ditimbulkannya seperti IMS (Infeksi Menular Seksual), seperti penularan HIV/ AIDS, dan sipilis.

Tempat- tempat prostitusi terselubung ini biasanya di beberapa tempat umum. Menjadi menariknya, kasuistik ini adalah adanya ‘tawaran’ untuk pelayanan prostitusi ini dilakukan secara terang- terangan. Si penjaja seks komersial tidak sungkan untuk menawarkan diri, hingga jika sengaja atau tidak melewati tempat tersebut, mereka dengan beraninya menarik orang yang akan dijadikan sebagai pelanggannya. Hal ini tentu secara langsung atau tidak menjadikan keresahan tersendiri bagi masyarakat atau para remaja yang mungkin saja secara tidak sengaja melewati tempat tersebut karena berada pada perlintasan jalan tempat umum.

Pengalaman penulis sewaktu melakukan melakukan penelitian dengan sebuah LSM lokal yang bekerja sama dengan Hivos Belanda, penelitian tersebut studi kasus Kota Padang (2004), dimana diawali dengan melakukan wawancara dengan para pekerja seks komersial yang ditemui, dalam wawancara tersebut secara gamblang mereka melakukan pekerjaan seperti itu tak lebih kurang disebabkan karena ‘persoalan perut’ yaitu faktor ekonomi walaupun awalnya ‘menyelami’ perkerjaan sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial) dilatar belakangi oleh berbagai macam faktor seperti rumah tangga yang tidak harmonis, hamil di luar nikah, ‘dilakoni’ mantan pacar dan sebagainya. Namun, secara garis besarnya selalu saja disebabkan karena masalah ekonomi, mendapatkan uang dengan cara yang dianggap ‘mudah’ dan bagi remaja yang coba- coba.

Selain itu yang menarik untuk dicermati secara bersama menurut hemat penulis adalah Pertama, sampai dimanakah kontrol masyarakat terhadap praktek prostitusi tersebut pada saat sekarang ini? apakah masyarakat dan pemerintah tidak mengetahui praktek ini? Sehingga tidak terpantaukan sebagai salah satu persoalan yang ‘tidak perlu untuk diselesaikan’ atau prkatek prostitusi tidak lagi sebagai suatu masalah. Kedua, dari beberapa pekerja seks yang pernah dan bahkan sering ditangkap dan dibina di tempat pembinaan PSK (Pekerja Seks Komersial), namun setelah mereka keluar dari tempat pembinaan, mereka kembali lagi untuk melakukan kekerjaan yang serupa.

Ketika ditanyakan dari PSK tersebut hanya mengatakan “kami mau kerja sebagai apa lagi? Orang- orang telah mencap kami sebagai wanita malam”. Ketiga, dalam prakteknya di tempat- tempat tersebut dapat dikatakan sebagai tempat ‘prostitusi kelas rendah’ di mana persoalan kesehatan tentu tak menjadi sesuatu yang terlalu difikirkan sehingga kecendrungannya penularan terhadap penyakit infeksi menular seksual (IMS) tentu lebih mudah terjadi. Keempat, belum adanya upaya dalam pemberitahuan kepada generasi muda dalam bentuk pendidikan seks, bahaya seks bebas bagi remaja, dan kesehatan reproduksi.

Hal ini menurut hemat penulis, perlu adanya suatu solusi yang lebih ‘menyentuh’ lagi kepada hal- hal yang subtansial mencari sebab mengapa mereka melakukan tindakan prostitusi serta mencarikan solusi pekerjaan apa yang yang sesuai dan memungkinkan untuk mereka dapat bertahan hidup dengan keadaan perekonomian yang cukup sehingga tidak kembali untuk melakukan praktek prostitusi lagi. Selain itu dirasakan perlunya adanya pembinaan dalam rumah tangga dan sekolah tentang pengetahuan seks.

Persoalan prostitusi mungkin bisa saja dianggap hal ‘sepele’ dan tidak terlalu menarik seperti hangat dan sengitnya persoalan pada ranah politik, namun secara subjektif penulis dan kita semua berharap semoga masalah ini menjadi perhatian kita bersama, agar tidak menjadi ‘sesuatu’ yang berefek besar untuk generasi dan kehidupan bermasyarakat nantinya bagi kelangsungan generasi bangsa Indonesia.

Kecenderungan perilaku seks bebas ‘ala prostitusi’ ini tentu saja membawa dampak terhadap kesehatan alat reproduksi, meningkatnya kasus penularan penyakit infeksi HIV/AIDS, tetapi juga tingginya jumlah kasus kehamilan di luar nikah yang memicu masalah lain yaitu meningkatnya jumlah praktek aborsi illegal yang berembet kepada masalah- masalah sosial.

Generasi muda (remaja) merupakan salah satu elemen yang perlu diperhatikan dalam masalah seks, karena masa usia remaja adalah masa yang rentan dalam fase pertumbuhan dan perkembangan manusia. Sering kali pada fase remaja ini terjadi hal- hal yang tidak diinginkan, terutama menjadi kecemasan bagi orang tua mereka. Dapat dipahami, kerena pada fase ini remaja yang sering kali juga disebut dengan masa ‘Pancaroba’, pencarian identitas diri, peralihan dari fase anak- anak menuju fase dewasa. Tidak jarang pada fase remaja ini kebanyakan remaja ‘terjebak’ dengan berbagai prilaku- prilaku menyimpang, seperti tawuran, narkoba hingga seks bebas (praktik prostitusi).

Dalam tayangan acara Kick Andy dengan tema “Ancaman Seks Bebas di Kalangan Remaja” diungkapkan hasil riset dari penelitian yang telah dilakukan oleh KOMNAS Perlindungan Anak (2007) ataupun BKKBN (2010), mengenai perilaku remaja yang melakukan hubungan seks pra nikah, menunjukkan kecenderungan meningkat.

Data hasil riset BKKBN misalnya, mengatakan bahwa separuh remaja perempuan lajang yang tinggal di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi telah kehilangan keperawanan dan mengaku pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah, bahkan tidak sedikit yang mengalami kasus hamil di luar nikah. Ironisnya temuan serupa ternyata juga terjadi di kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Medan, Bandung, dan Yogyakarta.

Hasil yang sama juga ditunjukkan oleh riset yang dilakukan oleh Yayasan Kita dan Buah Hati (YKB) selama tahun 2010. Pada awalnya riset YKB lebih ke arah kesiapan anak menghadapi masa puberitasnya. Tetapi hal mengejutkan terjadi ketika YKB menemukan bahwa anak-anak (SD kelas 4 dan 5) justru memberikan informasi mengenai sejauh mana mereka telah mengetahui tentang pornografi, dan itu sangat tidak terbayangkan sebelumnya oleh para relawan YKB.

Kecenderungan perilaku seks bebas dikalangan usia 13 hingga 18 tahun ini tentu saja membawa dampak tidak hanya pada rentannya kesehatan alat reproduksi, selain meningkatnya kasus penularan penyakit infeksi HIV/AIDS, tetapi juga tingginya jumlah kasus kehamilan di luar nikah yang memicu masalah lain yaitu meningkatnya jumlah praktek aborsi ilegal (tayangan Kick Andy tanggal 28 Januari 2011 di Metro TV).

Perilaku seks bebas di kalangan remaja ini mungkin hanya salah satu implikasi masalah dari sederet persoalan yang dihadapi anak dan remaja dimasa sekarang. Sebab akibat yang ditimbulkan seperti efek domino yang dipicu dari habitat awal dimana seharusnya anak dan remaja ini tumbuh berkembang dengan sehat jasmani maupun rohani, yaitu keluarga dan lingkungan dan hukum, seperti larangan melakukan aborsi.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan seks sejak dini terutama bagi remaja yang rentan dalam usianya. Hal ini akan dapat lebih terwujud dengan baik tentu dengan adanya kerjasama dan perhatian dari orang tua terutama sekali, di sekolah dapat saja memasukan materi tentang seks pada mata pelajaran Bimbingan Konseling, Budi Pekerti atau pada kegiatan ekstrakulikuler dan kerjasama dengan organisasi atau LSM yang bergiat dalam konsentrasi masalah yang serupa seperti PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) dan semuanya itu diwadahi dalam kegiatan PIK Remaja (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) di sekolah- sekolah.

PIK remaja dalam tatanan idealnya, dapat dijadikan sebagai wadah untuk para remaja untuk dapat mengakualitasi diri mereka untuk melakukan berbagai macam kegiatan yang posistif. Baik dalam pengembangan diri, pendalaman pengetahuan yang tidak didapatkan pada mata pelajaran yang ada pada kurikulum di sekolah (pengetahuan seks). Mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Perguruan Tinggi (PT) atau sekolah- sekolah lainnya. Diharapkan institusi pendidikan dapat dengan ‘terbuka’ untuk bermitra dengan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana) untuk memfasilitasi remaja dalam memenuhi kebutuhan perkembangannya untuk membentuk PIK Remaja pada lembaga pendidikan tersebut.

Tantangan terbesar selama ini terhadap belum dapat menerimanya masyarakat Indonesia terhadap masalah seks, terutama untuk diperbincangkan secara ilmiah, terutama pada lembaga pendidikan, tidak lain tersebab budaya, cara pandang orang timur yang masih menganggap ‘tabu’ masalah seks. Oleh karena itu perlunya penulis pikir untuk membuka mind set masyarakat Indonesia, bahwa sudah saatnya bangsa ini menjadikan pendidikan seks menjadi salah satu materi pelajaran bagi remaja.

Banyak kasus kita lihat bagaimana remaja melakukan seks bebas dan praktik prostitusi. Praktik tersebut tidak hanya ‘dikonsumsi secara privasi’ bahkan dipublikasikan pada media elektronik, bahkan dengan mudahnya kita menemukan situs- situs praktik seks bebas (prostitusi) yang dilakukan remaja. Dalam PIK Remaja, remaja diasah untuk ‘menggunakan’ energi yang mereka miliki dalam upaya pengembangan potensi yang mereka miliki. Baik secara individual maupun mengembangan kepedulian sosial (belajar bekerjasama, menghargai individu lain). Sehingga sejak dini generasi muda (remaja) telah terlatih dan memiliki pemahaman terhadap seks dan bahaya seks bebas, kesehatan reproduksi dan pengenalan akan alat- alat kontrasepsi.

Dukungan dari institusi pendidikan sangat besar dalam pembentukan, pengelolaan, dan pengembangan PIK KRR di sekolah- sekolah. Baik dalam bentuk sosialisasi pentingnya PIK Remaja, pengarahan dan bimbingan, hingga penyediaan fasilitas fisik yang dibutuhkan. Dengan adanya PIK Remaja ini diharapkan dapat mengurangi resiko terhadap terjadinya seks bebas pada remja, karena menurut hemat penulis pada saat sekarang ini free sexs tidak dapat di stop lagi namun kita dapat memberikan pemahaman terhadap apa itu seks dan bahayanya jika dilakukan pra nikah (save sex) serta mengancam masa depan mereka. Sehingga melalui PIK Remaja dapat dijadikan alternatif dapat menggali dan mengoptimalkan potensi seluruh anak bangsa untuk menuju rakyat sejahtera. Semoga.

Read More »
00:29 | 0 komentar

Penyakit Diri

Dendam, menyimpan kepahitan, imun tubuh kita mati. Disitulah bermula awal segala penyakit. STRESS, Kolesterol tinggi, pemicu Darah Tinggi, Jantung, rhematik, arthritis, Stroke (perdarahan/penyumbatan pembuluh darah).

Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN.

Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.

Jika MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur).

Jika sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH.

Jika sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah trkena penyakit GINJAL.

Jika suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).

Jika kita mudah EMOSI dan cendrung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.

Jika kita sering merasa APATIS (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.

Jika sering MENGANGGAP SEPELE smua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES.

Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang).

Jika sering BERSEDIH dan merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih).

Mari kita selalu BERSYUKUR atas segala perkara yang telah terjadi,karena dg bersyukur, maka "hati" ini menjadi BERGEMBIRA dan menimbulkan ENERGI POSITIF dalam tubuh utk mengusir segala penyakit-penyakit tersebut diatas.

Waspada kalau pingin panjang umur:)

Sumber: Buku "The Healing and Discovering the Power of the Water" by Dr. Masaru - Jepang.


Read More »
20:09 | 0 komentar

Kekerasan dalam Pacaran (KDP)

Pacaran adalah hubungan antara pria dan wanita yang diwarnai keintiman dimana satu sama lain terlibat dalam perasaan cinta dan saling mengakui pasangannya sebagai pacar. Melalui berpacaran seseorang akan mempelajari mengenai perasaan emosional tentang kehangatan, kedekatan dan berbagi dalam hubungan dengan orang lain. Salah satu tugas perkembangan dewasa muda adalah berkisar pada pembinaan hubungan intim dengan orang lain.

Namun pada kenyataannya, seringkali terjadi bahwa pacaran yang dilakukan remaja dapat menjurus kepada hal-hal yang negatif, misalnya pacaran diiringi dengan perilaku seksual pranikah, kekerasan dalam berpacaran, bahkan tidak jarang terjadi kasus-kasus pembunuhan, perkosaan hingga maraknya kasus-kasus hubungan seksual yang direkam melalui handphone. Salah satu fenomena yang saat ini semakin banyak muncul pada hubungan berpacaran adalah kekerasan dalam pacaran (KDP).

Data kasus kekerasan yang ditangani oleh Jaringan Relawan Independen (JaRI) periode April 2002-Juni 2007, yakni, dari 263 kasus kekerasan yang masuk, ada 92% korban perempuan (sekitar 242 orang). Dimana sepertiganya merupakan kekerasan dalam pacaran (KDP). Sementara itu, kasus kekerasan dalam pacaran (KDP) dan perkosaan pun menjadi kasus dominan yang ditangani Rifka Annisa Women`s Crisis Center asal Yogyakarta, setelah kekerasan terhadap istri. Selama 14 tahun terakhir, dari 3.627 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terungkap, sekitar 26 % di antaranya adalah kekerasan dalam pacaran (KDP) dan perkosaan. Rifka Annisa (2002) mencatat bahwa kekerasan terhadap perempuan yang terjadi antara bulan Januari-Juli 2002 tercatat sebanyak 248 kasus. Dimana 60 kasus merupakan kekerasan pada masa pacaran (KDP) dan perkosaan 30 kasus.

Fenomena kekerasan dalam pacaran (KDP) sebenarnya seperti gunung es. Sebab, angka-angka tersebut hanya berdasar pada jumlah kasus yang dilaporkan, padahal dalam kenyataannya, tidaklah mudah bagi korban kekerasan melaporkan kasus yang dialaminya.


Kekerasan dalam Pacaran (KDP)

Banyak orang yang peduli tentang kekerasan yang terjadi di dalam rumah tangga (Domestic Violence), namun masih sedikit yang peduli pada kekerasan yang terjadi berpacaran (Kekerasan Dalam Pacaran/KDP) atau Dating Violence). Banyak yang beranggapan bahwa dalam berpacaran tidaklah mungkin terjadi kekerasan, karena pada umumnya masa berpacaran adalah masa yang penuh dengan hal-hal yang indah, di mana setiap hari diwarnai oleh manisnya tingkah laku dan kata-kata yang dilakukan dan diucapkan sang pacar.

Kekerasan dalam Pacaran (KDP) adalah perilaku atau tindakan seseorang dapat disebut sebagai tindak kekerasan dalam percintaan atau pacaran apabila salah satu pihak merasa terpaksa, tersinggung dan disakiti dengan apa yang telah dilakukan oleh pasangannya pada hubungan pacaran. Suatu tindakan dikatakan kekerasan apabila tindakan tersebut sampai melukai seseorang baik secara fisik maupun psikologis, bila yang melukai adalah pacar maka ini bisa digolongkan tindak kekerasan dalam pacaran (KDP).

Sebenarnya kekerasan ini tidak hanya dialami oleh perempuan atau remaja putri saja, remaja putra pun ada yang mengalami kekerasan yang dilakukan oleh pacarnya. Tetapi perempuan lebih banyak menjadi korban dibandingkan laki-laki karena pada dasarnya kekerasan ini terjadi karena adanya ketimpangan kekuasaan antara laki-laki dan perempuan yang dianut oleh masyarakat luas. Ketidakadilan dalam hal jender selama ini telah terpatri dalam kehidupan sehari-hari, bahwa seorang perempuan biasa dianggap sebagai makhluk yang lemah, penurut, pasif, mengutamakan kepentingan laki-laki dan lain sebagainya, sehingga dirasa “pantas” menerima perlakuan yang tidak wajar atau semena-mena.

Payung hukum terhadap terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan, sebetulnya sudah cukup terakomodasi melalui UU No. 23 tahun 2004 tentang KDRT. Namun untuk kekerasan dalam pacaran (KDP), belum ada payung hukum khusus, dan masih menggunakan KUHP sebab dianggap kasus kriminal biasa. Kekerasan dalam pacaran (KDP) bisa masuk dalam KDRT, karena kekerasan yang terjadi dalam relasi domestik, antara laki-laki dan perempuan yang memiliki hubungan khusus.

Hal yang khas yang sering muncul dalam kasus kasus kekerasan dalam pacaran adalah bahwa korban biasanya memang cenderung lemah, kurang percaya diri, dan sangat mencintai pasangannya. Apalagi karena sang pacar, setelah melakukan kekerasan (menampar, memukul, nonjok, dll) biasanya setelah itu menunjukkan sikap menyesal, minta maaf, dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan kekerasan lagi, dan bersikap manis kepada pasangannya. Pada dasarnya, hubungan pacaran adalah sarana melatih keahlian individu dalam kepekaan, empati, kemampuan untuk mengkomunikasikan emosi dan menyelesaikan konflik serta kemampuan untuk mempertahankan komitmen. Jika individu mampu mengkomunikasikan emosi dan menyelesaikan konflik dengan baik niscaya kekerasan dalam pacaran (KDP) tidak akan terjadi. Berkaitan dengan hal tersebut, penulis menduga bahwa salah satu penyebab terjadi kekerasan dalam pacaran (KDP) adalah rendahnya tingkat asertivitas individu. Rendahnya asertivitas tersebut tampak ketika individu cenderung menerima segala bentuk perlakuan oleh pasangannya, meskipun sebetulnya individu merasa tersiksa. Asertif berfungsi sebagai mengkomunikasikan emosi dan menyelesaikan konflik dalam berpacaran.

Read More »
16:11 | 0 komentar

Cara Menghadapi Anak yang Nakal

Anak nakal, merupakan satu kata yang menyebalkan bagi sebagian orang dan banyak pula orang atau orang tua yang bingung untuk menghadapi masalah satu ini. Kenakalan anak bermacam macam versinya menurut orang, ada yang bilang seorang anak dikatakan nakal karena ia tidak mau disuruh makan, ada pula yang mengatakan anak nakal itu merupakan anak yang suka menjahili orang, dan ada pula yang mendefinisikan sebagai anak yang susah dibilangi.

Sebelum lebih jauh, marilah kita cari tahu dulu definisi “nakal” itu sendiri. Nakal adalah “suka berbuat kurang baik (tidak menurut, mengganggu, dsb, terutama bagi anak-anak)” (KBBI, http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php). Sehingga dari definisi ini dapat kita tarik kesimpulan bahwa anak nakal adalah anak yang suka berbuat kurang baik, seperti tidak menurut, suka mengganggu, baik temannya ataupun orang di sekitarnya.

Nah, pertanyaan yang muncul sekarang adalah bagaimana cara menghadapi anak yang nakal? Kita semua tentunya sudah menyadari sekali bahwa betapa sulitnya menjadi orangtua yang baik itu. Hal yang paling sulit adalah bagaimana kita sebagai orangtua bisa mengendalikan emosi kita dalam mengasuh anak. Mungkin secara teori kita sudah banyak belajar melalui buku-buku ataupun seminar tentang perkembangan anak, tetapi begitu menghadapi anak kita yang ‘nakal’, hilanglah semua teori itu dari kepala kita.

Ketidakmampuan kita mengendalikan emosi kadang akan berakibat pada anak. Seperti misalnya kita akan memberikan hukuman fisik kepada anak, yang tentu saja akan berakibat buruk pada perkembangan sisi psikologis anak itu sendiri. Semua buku/informasi tentang cara mengajar disiplin kepada anak selalu menekankan untuk tidak boleh memukul atau memberikan hukuman fisik dalam melakukannya. Memang, mudah dikatakan, tapi cukup sulit untuk diterapkan.

Hasil penelitian menunjukkan pula bahwa anak balita masih belum bisa memahami hubungan antara tindakannya yang ‘nakal’ (menurut orangtua) dengan pukulan yang diterimanya. Anak HANYA merasakan sakit karena dipukul tanpa tahu kenapa kok dipukul. Kalaupun si anak tidak lagi melakukan tindakan ‘nakal’-nya itu, hal ini bukan karena dia menyadari kenakalannya, tetapi lebih pada rasa takut akan dipukul lagi. Artinya, pukulan tersebut sama sekali tidak bisa mendisiplinkan anak atas kesadarannya sendiri ! Memukul tidak ada gunanya sama sekali bagi anak, KECUALI hanya memuaskan emosi orangtua.

Dalam menghadapi sikap anak yang ‘nakal’ dan tidak disiplin atau melanggar peraturan keluarga, para ahli perkembangan anak menyarankan untuk memberikan TIME-OUT kepada anak. Time-out disini sebenarnya kata halus untuk sebuah hukuman tetapi BUKAN hukuman fisik.

Time-out ini biasanya dalam bentuk menyuruh anak untuk duduk di sebuah kursi atau masuk ruangan tertentu dalam waktu tertentu. Panjang waktu yang paling efektif adalah disesuaikan dengan usia anak. Misalnya, waktu time-out untuk anak usia 2 tahun adalah 2 menit, untuk anak usia 3 tahun adalah 3 menit. Time-out ini sangat efektif untuk menghukum anak yang suka memukul, merusak barang atau berkelakuan di luar batas sopan santun yang telah ditentukan oleh orangtua.

Setelah waktu time-out selesai, orangtua harus menjelaskan kenapa dia dikenai time-out, dan kemudian menasehati tentang perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh anak. Menasehati pada saat anak sudah tenang ini akan memberikan hasil yang sangat efektif, dibandingkan dengan nasehat pada saat setelah anak dipukul, apalagi pada saat anak menangis. Jadi, untuk menasehati anak yang efektif itu memang perlu waktu yang tepat, yaitu pada saat emosi anak sedang tenang. Menasehati (memarahi?) anak sambil berteriak, ditambah lagi pada saat emosi anak tinggi (mis. sedang menangis), sama sekali TIDAK akan membuahkan hasil apapun ! Kembali lagi ke masalah time-out, yang perlu diingat adalah bahwa time-out menjadi tidak efektif bila dilakukan terlalu sering atau untuk kelakuan anak seperti misalnya hanya karena anak tidak mau membereskan mainannya, dan sejenisnya.

Untuk orangtua yang terlanjur mempunyai kebiasaan memukul, cara yang cukup efektif untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini adalah dengan sesering mungkin membaca tulisan tentang tidak baiknya memukul anak itu. Dengan membaca artikel seperti itu, kita akan diingatkan terus akan keburukan memberikan hukuman fisik. Letakkan saja buku/artikel tentang hal ini di atas meja kerja anda, dan pada saat waklu luang, lihat-lihat sebentar sambil refreshing Mudah ‘kan ? Terakhir kali, mari kita galakkan upaya untuk selalu menghindari kekerasan di dalam rumah tangga, demi masa depan buah hati kita tercinta dan masa depan bangsa Indonesia ! 
Sebuah penelitian di Jepang menunjukkan bahwa remaja yang nakal dan sering mengganggu orang lain ternyata sebagian besar mempunyai latar belakang dimana pada masa kecilnya mereka sering mendapatkan hukuman fisik dari orangtuanya. 
Sumber : Dewi Aryanti

Read More »
00:17 | 1 komentar

Anda Putus Cinta ?... Hindari Hal Ini !!!

Masa muda adalah masa dimana masih memiliki keinginan untuk mencari yang sesuai dengan hati. Tetapi hal itu tentunya diiringi dengan yang namanya putus cinta yang berujung pada sakit hati.

Seperti dilansir dari wolipop, melupakan mantan kekasih yang pernah menyakiti hati memang bukan hal mudah, apalagi hubungan yang telah terbina cukup lama. Hal tersebut membuat wanita sering kali melakukan hal-hal yang membuatnya semakin mengingat sang mantan.

Agar tidak terjebak dalam kenangan masa lalu bersama si dia, ada beberapa hal-hal yang semestinya tidak boleh Anda lakukan ketika baru putus cinta. Dilansir dari HuffingtonPost, ini dia di antaranya.

Menghubungi mantan kekasih merupakan kesalahan yang paling sering dilakukan wanita. Mungkin Anda merindukan suaranya, tetapi sebaiknya Anda tidak lagi menghubungi dan mencari tahu tentangnya lagi. Menghubungi mantan kekasih malah membuat Anda semakin sulit melupakannya.

Ingin menunjukkan Anda bisa move on darinya lalu mencari kekasih baru, bukan lah solusi yang tepat. Jika memang kondisi belum stabil dan hati belum siap untuk jatuh cinta, sebaiknya jangan dipaksakan. Terlalu cepat mengambil keputusan untuk memulai hubungan baru, bisa berujung pada penyesalan. Anda mungkin akan kembali merasakan sakit hati atau sebaliknya, orang lain yang merasakan sakit hati karena Anda.

Curhat dengan sahabat memang bisa sedikit meredakan sakit hati. Tapi, jangan sampai Anda terus membicarakan mantan kekasih setiap kali bertemu dengan teman-teman. Bukan hanya membuat teman Anda bosan mendengarnya, sering membahas mantan kekasih membuat Anda terus mengenangnya dan menjadi sulit melupakannya.

Twitter dan Facebook sering kali menjadi media untuk menyalurkan perasaan yang sedang sedih. Sah-sah saja bila sesekali mem-posting status sedih dan galau, tapi jangan keseringan, apalagi sampai menjelekkan mantan. Anda bisa membuat suasana semakin panas dan dianggap lemah olehnya. Selain itu, orang-orang yang membaca postingan Anda akan menilai buruk Anda.


Read More »
02:35 | 0 komentar

Tips Siapkan Persalinan

Bagi Anda yang saat ini tengah hamil dan dalam waktu dekat akan segera melahirkan, ada baiknya Anda mulai mempersiapkan segala sesuatunya untuk persalinan nanti agar tidak repot ketika si kecil mulai 'memaksa' untuk segera bertemu ibunya. Ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan dalam mempersiapkan proses persalinan :

Untuk Ibu
  1. Siapkan paling tidak 2 - 3 daster atau baju tidur dengan kancing di depan agar mudah saat memakai dan melepaskannya.
  2. Satu set pakaian untuk Anda pulang dari rumah sakit.
  3. Sepasang sandal, untuk Anda berjalan di rumah sakit dan agar menjaga kaki Anda tetap hangat.
  4. Pakaian dalam. Bawa juga Bra untuk menyusui dan celana dalam secukupnya.
  5. Pembalut wanita khusus ibu bersalin. Tapi jika Anda tidak mendapatkannya, Anda bisa menggunakan pembalut biasa yang extra long atau pembalut yang biasa Anda pakai sebanyak 2 - 3 kali lipat dari pemakaian biasanya.
  6. Gurita atau korset khusus untuk ibu bersalin, Anda bisa mendapatkannya di toko-toko yang menjual perlengkapan bayi.
  7. Perlengkapan Anda sehari-hari. Bawalah bedak tabur, bedak compact, sisir, lipstik, parfum dan perlengkapan Anda lainnya untuk menyambut teman atau kerabat ketika menjenguk Anda setelah proses persalinan. 
  8. Perlengkapan mandi seperti handuk, sabun, pasta gigi, sikat gigi dan pembersih wajah. Pada beberapa rumah sakit sudah disediakan, namun bila Anda ingin menggunakan milik Anda sendiri ada baiknya dipersiapkan.

Untuk Bayi

Biasanya rumah sakit sudah menyediakan segala macam perlengkapan bayi, sehingga Anda cukup menyediakan persiapan ketika pulang dari rumah sakit.
  1. Popok, bawa saja beberapa buah.
  2. Baju bayi, bawa saja 2 - 3 buah baju. Karena terkadang bayi mengalami Gumoh (memuntahkan sedikit susu karena kekenyangan)
  3. Selimut atau bedong untuk menghangatkan bayi.
  4. Kaos kaki dan tangan bayi.
  5. Kain untuk menggendong.
  6. Bawa juga jaket atau Mantel untuk bayi.
Letakkan keperluan Ibu dan bayi dalam tas yang berbeda agar lebih mudah mencarinya.
 

Read More »
10:02 | 0 komentar

Empat Tanda Melahirkan

Bagi Anda yang saat ini sedang hamil pertama, tentu ada beberapa pertanyaan dalam diri Anda tentang bagaimana tanda-tanda melahirkan. Bertanya kepada orang yang sudah berpengalaman, baik itu dokter maupun ibu, mertua bahkan sahabat Anda merupakan jalan yang baik. Bisa jadi informasi ini berguna juga untuk Anda :

1. Bercak darah
Bercak darah berwarna merah muda atau agak kecoklatan pada celana dalam. Bisa jadi ini merupakan tanda bahwa servik menunjukkan adanya perubahan dengan cara menipis atau mendorong kebawah sebagai persiapan melahirkan.

Bisa jadi waktu kelahiran semakin dekat, namun bukan dalam hitungan hari lagi tapi sudah dalam hitungan jam. Sebaiknya Anda mempersiapkan diri dan menghubungi suami dan kerabat dekat untuk mendampingi Anda.

2. Lendir yang agak menggumpal
Servik sebenarnya "disumbat" oleh segumpal lendir tebal yang melindungi bayi selama masa kehamilan dengan cara menahan sesuatu masuk kedalam uterus. Saat servik berubah dan semakin menipis, bagian dari gumpalan lendir itu sedikit-demi sedikit terlepas. Jumlah lendir yang keluar bisa sedikit, bisa juga banyak, tergantung seberapa cepat perubahan ini terjadi.

3. Ingin buang air besar
Perasaan mulas seperti ingin buang air besar (BAB). BAB adalah cara alamiah dari tubuh Anda saat akan melahirkan. Ini juga sekaligus membersihkan perut Anda dan memberi tempat pada bayi agar lahir dengan cepat melalui vagina.

4. Sakit Punggung
Terkadang punggung terasa nyeri dan pegal, namun kondisi ini timbul tenggelam. Hal ini menunjukkan terjadinya kontraksi, jika sakitnya terasa terus menerus maka bisa jadi tanda kelahiran semakin dekat dan menunjukkan bahwa posisi bayi sudah berada di tempat yang tepat.
 

Read More »
09:58 | 0 komentar

Kenali 5 Tanda Kehamilan

Pada kehamilan pertama, sebagian besar wanita tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Sehingga tidak berhati-hati ketika melakukan kegiatan yang berakibat pada keguguran. Ada beberapa tanda kehamilan seperti yang ada pada situs webMD.

1. Periode Haid yang terlewatkan
Apabila Anda mendapati periode haid Anda yang tidak kunjung datang beberapa bulan, bisa jadi Anda tengah hamil. Tapi ini bukan hal yang pasti, bisa jadi stres dan faktor lain memengaruhi kondisi hormon yang berakibat pada tidak teraturnya jadwal haid.

2. Sering ke kamar mandi
Sebagian besar wanita yang tengah hamil dilaporkan sering 'bolak-balik' kamar mandi untuk buang air kecil. Bahkan saat Anda terlelap di malam hari sekalipun. Hal ini disebabkan karena embrio telah tertanam di dalam uterus dan mulai memproduksi hormon ketika hamil yang disebut dengan Human Chorionic Gonadotropin (HCG). Hormon ini yang menyebabkan frekuensi buang air kecil semakin sering.

3. Lelah
Rasa lelah yang teramat sangat merupakan tanda awal kehamilan. Kelelahan terjadi akibat tingginya tingkat progesteron.

4. Morning Sickness.
Perasaan mualtidak hanya terbatas pada pagi hari, tetapi juga terasa baik pada siang maupun malam. Sebagian besar wanita hamil mangalami apa yang disebut morning sickness, yakni perasaan mual dan mabuk seharian. Separuh dari wanita tersebut muntah, tetapi sebagian yang lain mengalami dehidrasi dan kekurangan protein.

5. Perubahan pada Payudara
Jika Anda hamil, payudara Anda akan terasa lebih kenyal ketika di tekan, selain itu juga terasa sakit. Perubahan yang terjadi pada tubuh Anda, lazimnya juga akan merubah bentuk payudara Anda menjadi lebih besar. Namun, rasa sakit secara perlahan akan menghilang dengan sendirinya.

Read More »
09:52 | 0 komentar

Genk Motor dianggap sebagi bentuk maskulinitas Remaja

Tidak ada hal yang lebih menakutkan bagi kaum remaja pria kecuali ketika mereka dituding sebagai banci atau perempuan. Bersikap lembut dan penuh belas kasih terhadap pihak lain menjadi perilaku terlarang. Feminitas pun dipandang sebagai tabu tidak terampunkan.

Tidak terlalu mengagetkan jika kehidupan remaja pria diwarnai segala macam kekerasan. Kompensasi lain untuk menunjukkan kelelakian mereka adalah membentuk kelompok teman sebaya. Fenomena itulah yang menjadikan geng tumbuh subur dalam kehidupan remaja pria.

Kehadiran geng bukan sekadar untuk berkumpul dengan remaja pria lain, tetapi juga sebagai aktualisasi nilai-nilai kelelakian yang dianggap paling sejati. Dalam geng itulah maskulinitas mendapatkan ruang paling diistimewakan.

Kita dapat menyimak gejala itu dengan pemberian nama geng yang terkesan beringas dan mengandalkan sikap tegas. Struktur organisasi geng sengaja diambilkan dari konsep militer. Kedudukan, kepangkatan, atau satuan institusional, seperti "panglima", "jenderal", atau "brigade", makin mempertegas sifat maskulin yang diharapkan. Geng motor adalah salah satu fenomena kehidupan remaja pria dengan dunia yang harus serba menonjolkan maskulinitas.

Maskulinitas merupakan karakter jender yang secara sosial memang dianggap layak dilekatkan dengan sosok laki-laki. Semakin maskulin seorang remaja pria, semakin mudah ia diterima dalam kelompoknya. Sebagai produk konstruksi sosial, maskulinitas bahkan telah ditanamkan sangat kokoh dalam lingkup keluarga inti. Figur bapak dan ibu sudah sejak dini melakukan indoktrinasi.

Orangtua merupakan kekuatan paling dominan dalam melakukan penanaman nilai-nilai maskulinitas terhadap anak-anak lelaki. Misalnya, anak laki-laki tidak boleh menangis karena rengekan dan air mata hanya diizinkan bagi anak perempuan.

Penanaman dan pertumbuhan pesat maskulinitas semakin menjadi-jadi dalam interaksi di lembaga pendidikan (sekolah). Remaja pria yang mampu menjalankan peran-peran maskulin mengalami inklusi, yakni mudah dilibatkan dalam pergaulan. Begitu pula sebaliknya.

Bukankah seorang remaja pria ingin diterima kawan-kawan lelakinya yang lain? Di situlah sebenarnya penanaman nilai maskulinitas tidak dijalankan sukarela, tetapi melalui pemaksaan (compulsory) dan tekanan (pressure).

Remaja pria manakah yang berhasil keluar dari kungkungan represif nilai-nilai maskulin itu? Sebagaimana dikemukakan UNESCO”Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (New Delhi, 2006)”dalam risalah panjang berjudul Masculinity for Boys, remaja pria yang tidak mampu mengadopsi maskulinitas berarti: (1) akan ditolak kelompok sebayanya, (2) akan dilecehkan teman sebaya, dan (3) akan dipandang sebagai sosok laki-laki yang lebih lemah.

Sebagai moralitas

Proses yang terjadi kemudian adalah maskulinitas diposisikan sebagai moralitas yang menjadi tolok ukur kepantasan dalam pergaulan. Konsekuensinya, maskulinitas bukan lagi sebagai kebiasaan yang layak diikuti, melainkan sebagai norma yang berisi ajaran mengenai kebaikan versus keburukan. Maskulinitas menjadi dogma yang tidak mungkin mampu terbantahkan. Menentang maskulinitas berarti melanggar moralitas. Mematuhi maskulinitas bermakna meraih superioritas.

Tragisnya, mengikuti pemikiran Lawrence Kohlberg (1927-1987), remaja menjalani kehidupan dalam tahap perkembangan moral konvensional. Kesetiaan pada norma etis ditentukan oleh loyalitas pada kelompok yang melingkupinya. Jika ditanyakan mengapa remaja pria melakukan kekerasan atau bersedia begitu saja masuk dalam kehidupan geng, pasti jawabannya adalah karena perbuatan itulah yang dikehendaki teman-teman sebaya.

Identifikasi terhadap normalitas etis yang mengepungnya selalu diupayakan untuk dipenuhi. Meskipun perekrutan anggota geng dijalankan dengan cara brutal, pasti remaja pria bersedia mematuhinya. Mereka tidak berkeberatan ketika diminta tampil hanya mengenakan celana dalam, ditampar, ditendang, atau diadu secara fisik. Ini semua dianggap masa orientasi yang wajib dijalani.

Fenomena kemunculan dan merebaknya geng motor tidak hanya harus dilihat sebagai persoalan ketertiban sosial. Aspek penting lain yang juga layak dikemukakan adalah eksistensi geng motor atau berbagai jenis geng remaja pria tidak terlepas dari internalisasi nilai peran jender yang berlangsung dalam domain keluarga dan sekolah.

Jika maskulinitas dianggap sebagai keluhuran yang tidak terbantahkan, maka yang terjadi adalah kehidupan remaja pria memang harus disesuaikan dengan budaya kekerasan. Jalanan menjadi ruang yang dianggap terbaik bagi realisasi hasrat maskulinitas. Mengendarai kendaraan bermotor dengan kecepatan tinggi atau berkelahi untuk menunjukkan dominasi sosok lelaki tidak lain manifestasi dogma maskulinitas.

Atau, jika meminjam konsep pemikiran Pierre Bourdieu (1930-2002), dogma maskulinitas telah menjadi doxa, yakni keyakinan fundamental yang tertanam secara mendalam yang mengarahkan gagasan dan tindakan remaja pria dalam jalinan interaksi sosial. Perilaku tidak toleran, kebut-kebutan, atau aksi kekerasan dinilai sebagai cara terbaik bagi remaja pria dalam membuktikan kelelakiannya.
 

Read More »
11:42 | 0 komentar

Pergeseran Budaya dan Prilaku Hedonisme dikalangan Remaja

Kalau Anda berkenan untuk sejenak berhenti dari kesibukan membuat tugas kuliah atau diskusi tentang mata kuliah, baik kalau kita menjadi lebih kritis untuk mengamati kecenderungan perilaku kaum muda remaja dewasa ini yang tentunya menarik untuk dipikirkan bersama.

Semakin pesatnya tren kapitalisme dan konglomerasi elite tertentu maka pertumbuhan kwantitatif tempat-tempat hiburan dan pusat-pusat perbelanjaan semakin berkembang bak jamur dimusim hujan. Fenomena tersebut secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi budaya dan pola hidup kaum muda remaja sekarang. Pergeseran budaya mulai menjangkiti kaum muda remaja tanpa kompromi dan eksodus besar-besaran tentang paradigma berpikir kaum muda remaja, dari budaya timur menuju budaya barat. Anda dapat melihat kaum muda remaja hedonis bersliweran dengan berbagai mode rambut dengan busana thank top atau junkies, dan alat-alat digital lainnya. Iklim masyarakat sekarang jauh berbeda dengan masyarakat tempo dulu. Namun, bila gejala ini kita telaah lebih lanjut bahwa kaum muda remaja telah jatuh kedalam euforia budaya pop. Selanjutnya kaum muda remaja yang seharusnya menjadi homo significans malahan jatuh kedalam pendangkalan nilai hidup.

Tulisan ini hanya mengajak para pembaca untuk merenungi dampak globalisasi tanpa harus terjerat ke dalam arus pendangkalan hidup post-modernisasi dan bagaimana hal tersebut tidak menggerogoti nilai-nilai positif yang menjadi warisan budaya kita.


Euforia Budaya Pop Remaja : Buah Globalisasi

Manusia harus berubah. Itulah hal yang mendasar yang perlu dipikirkan secara bersama. Memang benar bahwasannya manusia dengan segala budaya dan akal budinya harus dikembangkan seoptimal mungkin, karena akan semakin mengkokohkan kedudukannya dimuka bumi sebagai God Creature yang sempurna dibandingkan dengan ciptaan lainnya.

Kali ini, manusia beralih menuju rentang waktu yang kontradiksional dengan fase-fase sebelumnya, yaitu fase globalisasi. Di satu sisi manusia memang dituntut untuk berkembang menuju kearah yang lebih modern, baik aspek teknologi, hukum, sosial/kesejahteraan sosial, politik, demokrasi, dan semua sistem lainnya harus disempurnakan. Teknologi bidang informatika, kedokteran, bioteknologi, dan transportasi mengalami perkembangan yang begitu dahsyat mengatasi batas-batas ruang dan waktu.
Namun, tidak boleh dilupakan bahwa hasil perkembangan manusia bersifat relatif dan ambivalen. Pengaruh negatif dari globalisasi adalah euforia budaya pop, perdagangan bebas, marginalisasi kaum lemah, dan timbulnya gap relation antaara si kaya dan si miskin. Hasil tersebut telah membentuk suatu budaya baru bagi masyarakat, khususnya kaum muda remaja menjadi manusia yang terjebak dalam arus budaya pop.


Penghayatan Hidup dikalanagan Remaja yang Semakin Mendangkal

Ilustrasi di awal tulisan ini hanyalah sekelumit deskrispsi yang membuktikan eksistensi kecenderungan dalam diri manusia modern. Masih banyak contoh-contoh lain sebagai hasil dari globalisasi. kaum muda remaja dewasa ini lebih suka membaca komik atau main game daripada harus membaca buku-buku bermutu. Bacaan dengan analisis mendalam dan novel-novel bermutu hanya menjadi bagian kecil dari skala prioritas mereka, bahan-bahan bacaan seperti itu hanya tersentuh jika terpaksa atau karena tuntutan akademis.

Anda dapat mengelak bahwa gejala-gejala ini merupakan bentuk adaptif dari kemajuan zaman. Tapi, itu adalah rasionalisasi. Sebenarnya, kecenderungan manusia sekarang bukan hanya sekedar masalah mengikuti perkembangan zaman melainkan hal ini adalah masalah gengsi dan penghayatan hidup.

Bukti yang paling mengena adalah televisi, berbagai acara televisi semakin hari semakin jauh dari idealisme jurnalistik, bahkan semakin melegalkan budaya kekerasan, instanisasi, dan bentuk-bentuk kriminalitas. Sebagian tayangan-tayangan tersebut hanya semakin mendangkalkan sifat afektif manusia. Tayangan mengenai bencana alam, kemiskinan, perang, kelaparan, penemuan teknologi, pembelajaran budaya, dan lain sebagainya telah membuat sisi afeksi manusia tidak peka terhadap hal tersebut. Tidak ada proses batin dan intelektual lebih lanjut. Penghayatan nilai-nilai luhur semakin tereduksi.

Eksistensi kaum muda remaja hanya ditempatkan pada pengakuan-pengakuan sementara, misalnya seorang remaja dianggap eksistensinya ada jika remaja tersebut masuk menjadi anggota geng motor, menggunakan baju-baju bermerk, menggunakan blueberry, dugem, clubbing, melakukan freesex, ngedrugs, dan lain sebagainya. Eksistensi kaum muda remaja hanya dihargai sebatas kepemilikan dan status semata. Jika pendangkalan ini terus dipelihara dan dibudidayakan dikalangan remaja kita, makna dan penghargaan terhadap insan manusia semakin jauh. Hasilnya adalah menghilangnya penghargaan terhadap manusia lainnya, misalnya: perang, pemerkosaan, komersialisasi organ tubuh, trafficking, tawuran, dll. Contoh-contoh ini menjadi indikasi kehancuran sebuah kebudayaan yang dimulai dari pergeseran nilai-nilai budaya di kalangan kaum muda remaja kita. Dampak yang sangat menyedihkan dan mengkhawatirkan!


Solusi : Internalisasi

Seperti diungkapkan sebelumnya bahwa manusia sebagai homo significans, pada hakikatnya menjadikan manusia sebagai manusia pemberi makna. Jurus paling ampuh untuk mengatasi pendangkalan hidup post-modernisasi adalah pengendapan atau internalisasi. Internalisasi merupakan proses memaknai kembali makna-makna hidup. Makna hidup yang tadinya dihargai secara dangkal, kali ini digali dan diselami.

Ada dua metode internalisasi yang ditawarkan, yaitu budaya refleksi dan keheningan. Keduanya saling komplementer dan tidak dapat dipisahkan jika hendak melawan arus budaya pop. Refleksi membutuhkan suasana hening. Keheningan jiwa dapat tercapai saat berefleksi. Secara etimologis, refleksi berasal dari verbum compositum bahasa Latin re-flectere, artinya antara lain, memutar balik, memalingkan, mengembalikan, memantulkan, dan memikirkan. Kiranya, dua arti terakhir yang cocok untuk mendefinisikan refleksi dalam kerangka permenungan ini. Refleksi adalah usaha untuk melihat kembali sesuatu secara mendalam dengan menggunakan pikiran dan afeksi hingga dapat menemukan nilai yang mulia yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bekal hidup. Euforia budaya pop di masa globalisasi menawarkan begitu banyak hal yang hanya berakhir menjadi kesan-kesan tanpa satupun yang dapat dialami. Dengan budaya refleksi, kesan-kesan tersebut dapat diendapkan. Secara satu persatu pengalaman negatif maupun positif dapat dianalisis, dipertimbangkan, disimpulkan, dan akhirnya diendapkan dalam nurani. Proses inilah yang membuat kaum muda remaja dapat menyadari baik dan buruknya suatu sikap. Dalam proses ini juga kaum muda remaja diajak untuk menindaklanjuti berbagai pengalaman yang didapat, sehingga muncul nilai-nilai dari setiap kejadian yang dialami, dan tentunya nilai tersebut dapat menjadi bekal hidup selanjutnya.

Peran refleksi dalam kerangka ini juga sebagai nabi, untuk mengingatkan segala larangan ataupun perintah Tuhan yang diajarkan. Refleksi berperan menjadi fungsi kritis dalam diri kaum muda remaja. Saat ia mengalami pendangkalan nilai-nilai hidup dalam bentuk pragmatisme, konformitas buta dan sebagainya. Refleksi menunjukkan kesalahannya, dan mengarahkan kepada yang benar.

Oleh karena itu kita sebagai kaum muda remaja harus mampu merubah diri kita menjadi manusia yang bermakna bagi orang lain melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Usaha ini hanya bisa tercapai melalui usaha pribadi bukan orang lain, ada pepatah mengatakan jangan mengubah orang lain sebelum bisa mengubah diri sendiri. Selamat berefleksi wahai para remaja ... !
 

Read More »
16:12 | 0 komentar

Gaya Hidup Remaja

Pada masa remaja, terdapat banyak hal baru yang terjadi, dan biasanya lebih bersifat menggairahkan, karena hal baru yang mereka alami merupakan tanda-tanda menuju kedewasaan. Dari masalah yang timbul akibat pergaulan, keingin tahuan tentang asmara dan seks, hingga masalah-masalah yang bergesekan dengan hukum dan tatanan sosial yang berlaku di sekitar remaja.

Hal-hal yang terakhir ini biasanya terjadi karena banyak faktor, tetapi berdasarkan penelitian, jumlah yang terbesar adalah karena "tingginya" rasa solidaritas antar teman, pengakuan kelompok, atau ajang penunjukkan identitas diri. Masalah akan timbul pada saat remaja salah memilih arah dalam berkelompok.

Banyak ahli psikologi yang menyatakan bahwa masa remaja merupakan masa yang penuh masalah, penuh gejolak, penuh risiko (secara psikologis), over energi, dan lain sebagainya, yang disebabkan oleh aktifnya hormon-hormon tertentu. Tetapi statement yang timbul akibat pernyataan yang stereotype dengan pernyataan diatas, membuat remaja pun merasa bahwa apa yang terjadi, apa yang mereka lakukan adalah suatu hal yang biasa dan wajar.

Minat untuk berkelompok menjadi bagian dari proses tumbuh kembang yang remaja alami. Yang dimaksud di sini bukan sekadar kelompok biasa, melainkan sebuah kelompok yang memiliki kekhasan orientasi, nilai-nilai, norma, dan kesepakatan yang secara khusus hanya berlaku dalam kelompok tersebut. Atau yang biasa disebut geng. Biasanya kelompok semacam ini memiliki usia sebaya atau bisa juga disebut peer group.

Demi kawan yang menjadi anggota kelompok ini, remaja bisa melakukan dan mengorbankan apa pun, dengan satu tujuan, Solidaritas. Geng, menjadi suatu wadah yang luar biasa apabila bisa mengarah terhadap hal yang positif. Tetapi terkadang solidaritas menjadi hal yang bersifat semu, buta dan destruktif, yang pada akhirnya merusak arti dari solidaritas itu sendiri.

Demi alasan solidaritas, sebuah geng sering kali memberikan tantangan atau tekanan-tekanan kepada anggota kelompoknya (peer pressure) yang terkadang berlawanan dengan hukum atau tatanan sosial yang ada. Tekanan itu bisa saja berupa paksaan untuk menggunakan narkoba, mencium pacar, melakukan hubungan seks, melakukan penodongan, bolos sekolah, tawuran, merokok, corat-coret tembok, dan masih banyak lagi.

Secara individual, remaja sering merasa tidak nyaman dalam melakukan apa yang dituntutkan pada dirinya. Namun, karena besarnya tekanan atau besarnya keinginan untuk diakui, ketidak berdayaan untuk meninggalkan kelompok, dan ketidak mampuan untuk mengatakan "tidak", membuat segala tuntutan yang diberikan kelompok secara terpaksa dilakukan. Lama kelamaan prilaku ini menjadi kebiasaan, dan melekat sebagai suatu karakter yang diwujudkan dalam berbagai prilaku negatif.

Kelompok atau teman sebaya memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menentukan arah hidup remaja. Jika remaja berada dalam lingkungan pergaulan yang penuh dengan "energi negatif" seperti yang terurai di atas, segala bentuk sikap, perilaku, dan tujuan hidup remaja menjadi negatif. Sebaliknya, jika remaja berada dalam lingkungan pergaulan yang selalu menyebarkan "energi positif", yaitu sebuah kelompok yang selalu memberikan motivasi, dukungan, dan peluang untuk mengaktualisasikan diri secara positif kepada semua anggotanya, remaja juga akan memiliki sikap yang positif. Prinsipnya, perilaku kelompok itu bersifat menular.

Motivasi dalam kelompok (peer motivation) adalah salah satu contoh energi yang memiliki kekuatan luar biasa, yang cenderung melatarbelakangi apa pun yang remaja lakukan. Dalam konteks motivasi yang positif, seandainya ini menjadi sebuah budaya dalam geng, barangkali tidak akan ada lagi kata-kata "kenakalan remaja" yang dialamatkan kepada remaja. Lembaga pemasyarakatan juga tidak akan lagi dipenuhi oleh penghuni berusia produktif, dan di negeri tercinta ini akan semakin banyak orang sukses berusia muda. Remaja juga tidak perlu lagi merasakan peer pressure, yang bisa membuat mereka stres.

Secara teori diatas, remaja akan menjadi pribadi yang diinginkan masyarakat. Tetapi tentu saja hal ini tidak dapat hanya dibebankan pada kelompok ataupun geng yang dimiliki remaja. Karena remaja merupakan individu yang bebas dan masing-masing tentu memiliki keunikan karakter bawaan dari keluarga. Banyak faktor yang juga dapat memicu hal buruk terjadi pada remaja.

Seperti yang telah diuraikan diatas, kelompok remaja merupakan sekelompok remaja dengan nilai, keinginan dan nasib yang sama. Contoh, banyak sorotan yang dilakukan publik terhadap kelompok remaja yang merupakan kumpulan anak dari keluarga broken home. Kekerasan yang telah mereka alami sejak masa kecil, trauma mendalam dari perpecahan keluarga, akan kembali menjadi pencetus kenakalan dan kebrutalan remaja.

Tetapi, masa remaja memang merupakan masa dimana seseorang belajar bersosialisasi dengan sebayanya secara lebih mendalam dan dengan itu pula mereka mendapatkan jati diri dari apa yang mereka inginkan.

Hingga, terlepas dari itu semua, remaja merupakan masa yang indah dalam hidup manusia, dan dalam masa yang akan datang, akan menjadikan masa remaja merupakan tempat untuk memacu landasan dalam menggapai kedewasaan.
 
Source : UBB 

Read More »
16:01 | 0 komentar